
Pucuk pimpinan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) resmi berganti. Putra daerah asal Jeneponto kelahiran Ujung Pandang, 4 Agustus 1968, Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H., resmi dilantik oleh Jaksa Agung RI ST Burhanuddin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Menyandang pangkat Jaksa Utama Madya (IV/d), penunjukan ini bukan sekadar rotasi biasa di tubuh Korps Adhyaksa, melainkan kepulangan seorang jaksa senior berpengalaman luas ke tanah kelahirannya untuk mengawal penegakan hukum.
Perjalanan & Akar Keberhasilan Muhammad Syarifuddin
Pendidikan hukum yang kokoh menjadi fondasi utama karier Muhammad Syarifuddin. Ia menamatkan pendidikan S-1 Hukum Pidana di Universitas Indonesia (UI) dan melanjutkan jenjang S-2 Ilmu Hukum di Universitas 17 Agustus 1945.
Langkah kariernya di kejaksaan terbangun melalui proses panjang dan berlapis dari level daerah hingga nasional. Pengalamannya memimpin Kejaksaan Negeri (Kajari) dimulai saat menjabat Kajari Luwuk (Juli 2011), dilanjutkan sebagai Kajari Belawan (September 2014), hingga Kajari Kota Cirebon (September 2018).
Karier kepemimpinan kewilayahannya terus menanjak saat dipercaya sebagai Asisten Pembinaan Kejati Nusa Tenggara Barat (2017), Wakil Kepala Kejati Maluku Utara (2023), Wakil Kepala Kejati Sumatera Utara (Oktober 2023), hingga menduduki posisi Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat pada Mei 2024.

Inovasi & Pencapaian Utama
Spesialisasi Syarifuddin di bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) dan penuntutan menjadi catatan emas dalam perjalanan rekam jejaknya. Ia pernah mengemban amanah sebagai Kepala Subdirektorat Penuntutan pada Kejagung RI (akhir 2019) dan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut (awal 2021).
Di lingkungan “Gedung Bundar” Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, dia pernah dipercaya sebagai Koordinator pada Februari 2022, sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Pengendalian Operasi Jampidsus sejak Juli 2025. Berbagai posisi strategis ini membuktikan kapasitas dan kapabilitasnya dalam menangani serta mengendalikan kasus-kasus hukum berskala besar.
Filosofi & Tantangan
Bagi Syarifuddin, integritas dan marwah institusi adalah hal yang tidak bisa ditawar. Saat memberikan pengarahan langsung kepada para Kajari dan Kasi Pidsus se-Sulawesi Selatan di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel pada Februari 2026, ia secara tegas menekankan pentingnya menjaga marwah institusi penegak hukum.
Untuk diketahui, Muhammad Syarifuddin beberapa bulan lalu mendatangi langsung Kejati Sulsel dan didampingi oleh Wakajati Sulsel, Prihatin untuk memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran Bidang Tindak Pidana Khusus se-Sulawesi Selatan.Â
Kegiatan pengarahan itu berlangsung di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel, Kantor Kejati Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Rabu (4/2/2026) dan dihadiri secara langsung oleh para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) di wilayah hukum Kejati Sulsel.
Muhammad Syarifuddin menyampaikan pesan tegas terkait pentingnya menjaga marwah institusi, khususnya “Gedung Bundar” (Jampidsus), sebagai etalase penegakan hukum tindak pidana korupsi yang saat ini mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat.
Kini, dengan bermodalkan rekam jejak yang matang di bidang penuntutan, tindak pidana khusus, hingga kepemimpinan kewilayahan, Muhammad Syarifuddin siap memimpin Kejati Sulsel menuju era penegakan hukum yang semakin transparan dan berkeadilan.
Kepemimpinannya menjadi penanda bahwa dedikasi panjang, profesionalisme, serta komitmen menjaga keadilan akan senantiasa membimbing Korps Adhyaksa dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Biodata :
- Nama : Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H.
- Tempat, Tanggal Lahir: Ujung Pandang, 4 Agustus 1968
- Asal Daerah: Jeneponto, Sulawesi Selatan
- Pangkat / Golongan: Jaksa Utama Madya (IV/d)
- Jabatan Saat Ini: Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel)
Riwayat Pendidikan:
- S-1: Hukum Pidana, Universitas Indonesia
- S-2: Ilmu Hukum, Universitas 17 Agustus 1945
Riwayat Jabatan & Karier:
- 2011: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Luwuk
- 2014: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belawan
- 2017: Asisten Pembinaan Kejati Nusa Tenggara Barat
- 2018: Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cirebon
- 2019: Kepala Subdirektorat Penuntutan, Kejaksaan Agung RI
- 2021: Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumatera Utara
- 2022: Koordinator pada Jampidsus Kejaksaan Agung RI
- 2023: Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Maluku Utara
- 2023: Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumatera Utara
- 2024: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Barat
- 2025: Direktur Pengendalian Operasi Jampidsus Kejaksaan Agung RI
- 2026: Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan






