
TAKALAR – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Takalar berlangsung semarak. Di antara ribuan warga yang memadati jalan-jalan utama pusat kota, rombongan dari Kecamatan Pattallassang berhasil mencuri perhatian peserta Jalan Sehat melalui tampilan busana dan atribut mereka yang unik pada Jumat (14/8/2026).
Rombongan yang berkekuatan sekitar 100 orang peserta ini tampak tampil beda dengan dominasi warna ungu yang mencolok di tengah lautan massa.
Para peserta perempuan yang terdiri dari jajaran lurah, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) se-Kecamatan Pattallassang tampil kompak mengenakan seragam jilbab berwarna ungu.
Warna Ungu Jadi Identitas Visual Khas Camat Pattallassang
Pemilihan warna ungu dalam perhelatan tahunan ini ternyata menyimpan cerita menarik. Warna ungu telah lama menjadi identitas visual yang melekat erat dengan sosok Camat Pattallassang, Bansuhari Said.
Konsistensi penggunaan warna tersebut menjadi ciri khas kepemimpinan Bansuhari di mana pun ia mengemban amanah sebagai pejabat daerah.
- Identitas Unik: Warna ungu selalu mendominasi dalam setiap kegiatan resmi maupun kemasyarakatan yang dipimpinnya.
- Kreativitas Pimpinan: Dikenal inovatif dan selalu menghadirkan nuansa pembeda dalam setiap agenda acara.
- Simbol Kekompakan: Menjadi penanda kebersamaan antara pimpinan dan seluruh aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Memang dari dulu Ibu Bansuhari Said selalu identik dengan warna ungu. Di mana pun beliau bertugas, warna ungu biasanya selalu mendominasi. Beliau juga dikenal punya banyak ide, selalu ada yang berbeda,” ujar salah seorang panitia kegiatan.
Perpaduan Identitas Lokal dan Semangat Nasionalisme
Meski mengusung nuansa warna ungu sebagai penanda kelompok, rombongan Pattallassang tetap menjunjung tinggi semangat nasionalisme. Sepanjang rute jalan sehat, para peserta membawa serta mengibarkan balon berwarna Merah Putih.
Perpaduan warna ungu khas dan simbol negara Merah Putih menciptakan harmoni visual yang indah, melambangkan bahwa kekompakan identitas lokal tetap berada dalam bingkai semangat persatuan kemerdekaan Indonesia.
| Elemen Rombongan | Keterangan & Karakteristik |
| Jumlah Peserta | ± 100 Orang (Lurah, ASN, & PPPK se-Kecamatan). |
| Atribut Khusus | Jilbab Ungu Khas & Balon Merah Putih. |
| Tokoh Utama | Camat Pattallassang, Bansuhari Said. |
| Penanggung Jawab Panitia | Lurah Maradekaya (H. Mangka). |
Keakraban Camat dan Awak Media Usai Kegiatan
Kemeriahan rombongan Pattallassang tidak berhenti saat melintasi garis finis. Usai mengikuti jalan sehat, Camat Pattallassang Bansuhari Said memilih untuk tidak langsung pulang, melainkan memboyong jajarannya merangkul awak media yang meliput.
Bansuhari mengajak para insan pers untuk duduk bersama dalam suasana santai dan penuh keakraban. Makanan tradisional yang disiapkan oleh Ketua Panitia Kecamatan Pattallassang yang juga Lurah Maradekaya, H. Mangka, disajikan untuk dinikmati bersama.
Melalui ruang dialog tanpa sekat formal tersebut, pembicaraan mengalir hangat membahas rangkaian peringatan HUT RI, peningkatan mutu pelayanan publik, hingga penguatan sinergi antara pemerintah kecamatan dan media.
Bagi Bansuhari Said, kekompakan aparatur dan kedekatan dengan pilar media merupakan kunci penting dalam membangun semangat kerja serta menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pattallassang. (*)






