
MAKASSAR — Dinas Kesehatan Kota Makassar terus memperkuat kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Langkah ini dibuktikan melalui penyelenggaraan Pelatihan Keterampilan Kompetensi Dasar Posyandu Angkatan XXIV yang resmi dibuka pada Senin, 21 September 2026.
​Agenda strategis yang berlangsung di Makassar ini dirancang khusus untuk mengasah kapabilitas teknis para kader posyandu. Fokus utama pembekalan mencakup peningkatan cakupan serta mutu pelayanan kesehatan dasar, terutama yang menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan anak balita.
​Mengingat tuntutan pelayanan publik yang makin dinamis, keberadaan pelatihan kader posyandu Makassar menjadi instrumen krusial. Program ini memastikan setiap kader memiliki pemahaman terukur mengenai standar operasional pelayanan medis dasar sebelum berhadapan langsung dengan warga di wilayah masing-masing.
​Mengapa Peran Kader Posyandu Sangat Vital?
​Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar menegaskan bahwa kader merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan dinamika kesehatan warga kelurahan. Keberadaan mereka menjadi jembatan penghubung utama antara fasilitas kesehatan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat lokal.
​”Kader posyandu adalah ujung tombak pembangunan kesehatan masyarakat. Melalui pelatihan kompetensi dasar ini, kami berharap para kader semakin terampil, profesional, serta mampu melakukan deteksi dini atas berbagai masalah kesehatan di lingkungannya,” jelas Kadinkes.
​Deteksi dini yang dimaksud mencakup pemantauan status gizi, pencegahan kekerdilan (stunting), hingga pemetaan risiko penyakit menular maupun tidak menular pada anak. Dengan keterampilannya, kader dapat memberikan penanganan awal atau rujukan cepat ke Puskesmas terdekat sebelum kondisi pasien memburuk.
​Fokus Pembekalan dalam Pelatihan Kader Posyandu Makassar
​Dalam pelaksanaan pelatihan kader posyandu Makassar Angkatan XXIV ini, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang mengombinasikan teori dan praktik lapangan. Materi yang diberikan meliputi:
​Antropometri Presisi: Teknik penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi atau panjang badan balita menggunakan alat ukur standar yang presisi.
​Pencatatan dan Pelaporan: Tata cara pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS) serta digitalisasi data pemantauan tumbuh kembang anak.
​Komunikasi Edukatif: Keterampilan menyampaikan konseling kesehatan, pola asuh, dan pemenuhan gizi seimbang kepada para ibu.
​Pencegahan Penyakit: Pemahaman mendasar mengenai rute imunisasi rutin serta tanda-tanda bahaya pada kehamilan dan balita.
​Salah seorang peserta mengungkapkan respons positif atas pembekalan intensif yang diterimanya selama sesi pelatihan berlangsung.
​”Alhamdulillah, banyak ilmu baru yang kami dapatkan. Kami jadi jauh lebih paham teknik menimbang dan mengukur tinggi badan balita dengan benar, serta bagaimana cara efektif memberikan edukasi kepada ibu-ibu di posyandu,” tuturnya penuh antusias.
​Mewujudkan Kota Makassar yang Sehat dan Mandiri
​Pemerintah Kota Makassar menaruh harapan besar agar luaran dari kegiatan ini dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di seluruh lini kelurahan. Posyandu yang dikelola oleh kader-kader terlatih akan menjelma menjadi pusat pelayanan kesehatan swadaya yang aktif, mandiri, dan berdaya guna.
​Inisiatif berkelanjutan ini sejalan dengan visi besar menciptakan ekosistem Kota Makassar yang sehat, sejahtera, dan bebas dari masalah gizi buruk. Sinergi antara pemerintah kota dan kader di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan primer.
​Dengan tuntasnya pelatihan kader posyandu Makassar Angkatan XXIV ini, Dinkes Makassar optimistis angka pemantauan tumbuh kembang anak di tiap RW akan meningkat secara signifikan, sekaligus memperkokoh benteng ketahanan kesehatan masyarakat dari tingkat yang paling dasar. (*)





