
JAKARTA — Tahapan seleksi beasiswa kerap menjadi momen krusial yang mendebarkan bagi ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia. Mengakomodasi hal tersebut, Pertamina Foundation menggelar sesi Capacity Building bertajuk “Stand Out & Ace Your Scholarship Interview: Personal Branding for Future Leaders” untuk membekali lebih dari 500 calon awardee Beasiswa Sobat Bumi 2026 dalam menghadapi ujian wawancara.
Kegiatan yang digelar pada akhir Juli 2026 ini dirancang tidak hanya untuk mengasah keterampilan teknis menjawab pertanyaan, tetapi juga memperkuat personal branding, kemampuan bercerita (storytelling), serta menyelaraskan potensi diri dengan karakter pemimpin masa depan yang berwawasan lingkungan.
Bukan Sekadar Sempurna, Tetapi Autentik dan Jujur
Hadir sebagai narasumber utama, HR Practitioner sekaligus Content Creator Vina Muliana membagikan strategi praktis dalam menghadapi pewawancara. Vina menekankan pentingnya mengenali nilai diri (personal value) ketimbang berpura-pura menjadi sosok ideal yang dibuat-buat.
“Personal branding bukan berarti menjadi orang lain, tetapi memahami nilai diri dan mampu mengomunikasikannya dengan jujur. Wawancara adalah kesempatan untuk menunjukkan siapa diri kita, bukan sekadar apa yang pernah kita capai,” tegas Vina Muliana di hadapan ratusan peserta.
Vina membagikan empat poin krusial untuk mencuri perhatian pewawancara:
- Mengenali Nilai Diri: Pahami kelebihan serta keunikan pengalaman pribadi yang membedakan Anda dari kandidat lain.
- Menyusun Storytelling: Sampaikan pencapaian dan proses penyelesaian masalah berdasarkan fakta riil secara terstruktur.
- Konsistensi & Kejujuran: Pewawancara profesional lebih mengapresiasi kejujuran dan refleksi diri ketimbang jawaban hafalan.
- Tampil Percaya Diri: Tunjukkan versi terbaik dari diri sendiri tanpa kehilangan autentisitas.
Menyaring Pemimpin dari 25 Ribu Lebih Pendaftar
Persaingan Beasiswa Sobat Bumi tahun ini tergolong sangat ketat. Manager CSR PT Pertamina (Persero), Roby Hervindo, mengungkapkan bahwa total pendaftar pada tahun 2026 menembus 25.811 aplikasi yang berasal dari 47 perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia.
Roby menegaskan bahwa tahapan wawancara merupakan ruang untuk melihat gambaran utuh karakter peserta, bukan sekadar nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas kertas.
“Kami tidak hanya ingin mengetahui apa saja prestasi yang telah diraih. Yang jauh lebih penting adalah mengenal siapa mereka sebenarnya, bagaimana mereka bertumbuh, menghadapi tantangan, serta kontribusi yang ingin mereka hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Roby.
Mencari “Paket Lengkap” untuk Masa Depan Berkelanjutan
Senada dengan hal tersebut, Vice President Pemberdayaan Masyarakat Pertamina Foundation, Probo Prasidhahayu, menjelaskan bahwa Beasiswa Sobat Bumi dirancang sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan yang berwawasan lingkungan dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
“Kami mencari generasi muda yang memiliki paket lengkap: unggul secara akademik, memiliki jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial yang tinggi, serta komitmen kuat terhadap keberlanjutan,” ungkap Probo.
Melalui pembekalan ini, Pertamina Foundation berharap para calon awardee tidak hanya siap menghadapi meja wawancara, melainkan tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, berintegritas, dan siap mengabdi demi kemajuan masyarakat Indonesia. (*)





