Satu unit mobil mengalami kecelakaan tunggal di depan kampus UMI Ahad (30/8/2026)
Makassar — Peristiwa kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalan arteri Kota Makassar pada Minggu pagi, 30 Agustus 2026. Sebuah minibus dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik persis di ruas jalan depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumohardjo. Insiden ini sempat menyita perhatian para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut pada awal pekan.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari rekaman video amatir warga serta unggahan akun media sosial @makassar_iinfo, kendaraan roda empat tersebut ditumpangi oleh sepasang pria dan wanita. Kendaraan melaju dari arah barat menuju timur sebelum akhirnya kehilangan kendali dan terguling di tengah badan jalan.
Warga setempat dan para pengguna jalan yang berada di lokasi kejadian langsung berhamburan mendekat untuk memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Kondisi kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap dan bodi samping akibat benturan keras saat mobil terbalik.
Penyebab pasti dari insiden nahas ini masih dalam proses penyelidikan dan konfirmasi pihak berwenang. Namun, dugaan sementara mengarah pada kondisi pengemudi yang berada dalam keadaan mengantuk berat saat mengendalikan laju kendaraan. Faktor kelelahan diduga membuat kewaspadaan pengemudi menurun drastis sehingga tidak mampu mengantisipasi arah laju mobil secara stabil.
Kawasan Jalan Urip Sumohardjo, khususnya di titik depan Kampus UMI Makassar, memang dikenal sebagai salah satu jalur utama yang padat dan memiliki arus lalu lintas tergolong cepat. Pada pagi hari, kondisi jalanan yang relatif lengang kerap membuat beberapa pengemudi memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi tanpa menyadari bahaya mikrosleep yang mengintai.
Cara Menghindari Mikrosleep
Kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mengantuk kerap menjadi penyebab utama insiden fatal di jalan raya. Fenomena hilangnya kesadaran secara tiba-tiba selama beberapa detik atau microsleep sering kali tidak disadari oleh pengendara yang memaksakan diri menyetir dalam kondisi lelah.
Guna mencegah peristiwa serupa terulang kembali, para ahli keselamatan jalan (safety driving) mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memperhatikan batas kemampuan fisik sebelum berkendara.
Pahami tanda tubuh. Jika mata mulai terasa berat, sering menguap, atau konsentrasi memudar, segera cari tempat aman untuk berhenti. Istirahat sejenak selama 15 hingga 30 menit jauh lebih efektif untuk mengembalikan kebugaran fisik daripada memaksakan melanjutkan perjalanan.
Hindari Minuman Berkafein Secara Berlebihan: Kopi atau minuman berenergi hanya memberikan efek segar sementara dan tidak bisa menggantikan kebutuhan istirahat tubuh yang sebenarnya. (*)





