
TANGERANG — Yayasan Astra kembali mempertegas komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri otomotif nasional melalui partisipasi aktif di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Berlokasi di Selasar Convention Hall, Hall Nusantara, ICE BSD, Tangerang, Yayasan Astra menampilkan showcase integrasi pembinaan UMKM/IKM manufaktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) vokasi unggulan.
​Ajang ini menghadirkan sinergi dua lembaga di bawah naungannya, yaitu Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra YDBA) serta Politeknik Astra (ASTRAtech).
​Komitmen tersebut mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita hadir langsung meninjau booth Yayasan Astra untuk melihat capaian hasil pembinaan industri lokal serta kesiapan talenta vokasi berstandar internasional.
​Kisah Sukses Pendampingan Yayasan Astra, PT Arkha Industries: Lonjakan Omzet hingga Jadi Pemasok Tier 1
​Salah satu bukti nyata keberhasilan program pendampingan Yayasan Astra YDBA ditunjukkan oleh PT Arkha Industries Indonesia (Arkha). Perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang painting plastik dan logam ini bergabung sebagai UMKM binaan sejak tahun 2022.
​Melalui penerapam disiplin Quality, Cost, and Delivery (QCD), PT Arkha bertransformasi dari usaha skala mikro menjadi usaha menengah.
​”Saat pertama dibina pada 2022, Arkha masih tergolong usaha mikro dengan omzet di bawah Rp2 miliar per tahun. Kini di tahun 2025, omzetnya melonjak drastis mencapai Rp34,96 miliar dengan penyerapan tenaga kerja hingga 221 karyawan serta luas pabrik 17.000 meter persegi,” ungkap Ketua Pengurus Yayasan Astra – YDBA, Rahmat Samulo.
​Atas pencapaian standar mutu dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat, PT Arkha sukses meraih penghargaan UMKM Mandiri Terbaik 2024 dan resmi menembus rantai pasok industri sebagai pemasok Tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI).
​”Menjadi Tier 1 ASKI membuktikan bahwa UMKM lokal sangat mampu bersaing di rantai pasok otomotif nasional asal mau berbenah dan mengikuti standar industri,” tegas Pemilik PT Arkha Industries Indonesia, Mad Ali Haris.
​Cetak SDM Unggul Lewat Program Standardisasi Meister Jerman
​Di sisi pengembangan talenta, ASTRAtech terus mengomposisikan sistem pembelajaran Dual System yang menghubungkan dunia pendidikan langsung dengan kebutuhan industri.
​Direktur ASTRAtech, Henri Paul, menjelaskan bahwa seluruh kurikulum dirancang bersama industri, termasuk penerjunkan mahasiswa dalam program magang di IKM binaan YDBA pada tahun terakhir masa studi.
​Selain itu, ASTRAtech juga menghadirkan program Bachelor Professional Automotive Mechatronics berstandar Meister Jerman yang bermitra dengan Handwerkskammer (HWK) Koblenz, ZDK Jerman, serta AHK-EKONID. Program intensif selama 10 bulan ini diuji langsung oleh asesor asal Jerman.
​Wisnu Prasetyo, alumni program Astra Meister yang kini dipercaya menjabat sebagai Workshop Supervisor di PT Astra International Tbk – BMW Sales Operation, menyebutkan bahwa program ini tidak hanya mengasah aspek teknis, melainkan juga membentuk pola pikir kepemimpinan.
​”Astra Meister memperluas wawasan bisnis dan mengajarkan pendekatan leadership yang fleksibel di lapangan. Bekal ini menjadi dorongan utama perkembangan karier saya dari Technical Advisor hingga menjadi Workshop Supervisor,” jelas Wisnu.
​Pameran inovasi dan program pengembangan ekosistem otomotif Yayasan Astra ini terbuka bagi masyarakat umum di ICE BSD Tangerang hingga rangkaian GIIAS 2026 berakhir pada 9 Agustus 2026 mendatang. (*)






