Jakarta,–Diana Valencia, Jurnalis CNN Indonesia membuat grup WhatsApp Istana Kepresidenan heboh. Pesan pamitnya dari grup tersebut tersebar dan viral.
Wartawan CNN tersebut ditengarai tidak bisa lagi meliput kegiatan presiden setelah ID Card-nya telah ditarik.
Biro Pers Istana diduga mempermasalahkan dirinya, setelah bertanya kepada Presiden Prabowo Subianto soal permasalahan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pertanyaan itu dilontarkan Diana saat Presiden Prabowo tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (28/9/2025).
“Selamat malam, kakak2. Per malam ini saya bukan wartawan istana lagi karena ID Card saya sudah diambil oleh Biro Pers karena saya dinilai bertanya di luar konteks acara,” ucap Diana dalam pesan yang tersebar di media sosial.
- Pelantikan Pengurus IKA FSIKP UMI 2026-2031 Jadi Momentum Penguatan Jaringan Alumni dan Kontribusi untuk Almamater
- Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
- Menenun Karya di Era Algoritma: Revitalisasi Peran Alumni Sastra, Komunikasi, dan Ilmu Pendidikan di Tengah Krisis Global
- LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan 3,50%
- Warga Mengeluh, Satgas Rappocini Langsung Turun Langsung Bersihkan Kawasan Bawah Tol Pettarani
“Oleh karena itu, saya izin leave group ini. Terimakasih banyak, sampai bertemu di liputan lain,” sambungnya.
Pesan itu menyita perhatian publik usai viral. Salah seorang jurnalis senior, Budiman Tanuredjo menilai penarikan ID Card peliputan tersebut tidak tepat. Sebab, jurnalis harus merespons setiap permasalahan publik.
“Saya kira kebijakan ini tidak tepat. Sangat disayangkan,” kata Budiman dalam unggahan pada media sosial Instagram, Minggu (28/9).
Budiman mengingatkan adanya langkah evaluasi dari kebijakan tersebut. “Semoga ada langkah koreksi,” tegasnya.
Sementara, JawaPos.com (grup fajar.co.id) berupaya mengonfirmasi pihak Istana Kepresidenan soal viralnya pesan tersebut, tetapi tidak ada respons. (*)




