
MAKASSAR – Perumda Pasar Makassar Raya menegaskan komitmennya untuk berdiri di garda terdepan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di seluruh pasar tradisional. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pengendalian inflasi di Kota Makassar.
Komitmen krusial tersebut mengemuka secara kuat dalam Rapat Koordinasi Kestabilan Harga dan Persediaan Komoditas Pangan yang digelar di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan. Pertemuan tingkat tinggi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Perumda Pasar, Bulog, pelaku usaha, pengelola ritel modern, hingga para kepala pasar tradisional.
Kolaborasi Lintas Sektor di Rantai Pasok Pangan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. M. Ilyas, ST., M.Sc, menggarisbawahi bahwa persoalan pengendalian inflasi tidak bisa dipikul oleh satu instansi saja. Menurutnya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang solid dari seluruh mata rantai pasok, sejak dari hulu hingga ke hilir.
“Yang paling penting saat ini adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar. Kita harus beralih dari sekadar sama-sama bekerja menjadi benar-benar bekerja sama agar setiap persoalan pada rantai distribusi dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan,” ujar Dr. M. Ilyas.
Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang intensif antara kepala pasar, tim pemantau harga, pemerintah daerah, Bulog, hingga pelaku usaha ritel modern. Langkah antisipatif ini dinilai vital guna mencegah terjadinya lonjakan harga tak wajar yang dapat membebani daya beli masyarakat.
Inovasi Program ‘Baruga Pasar’ dan Pangan Murah
Merespons tantangan tersebut, Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Rusli Patara, SP, memaparkan bahwa pihaknya terus konsisten mengawal program pemerintah lewat pemantauan stok komoditas di lapangan secara harian serta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Perumda Pasar bersama Pemerintah Kota Makassar terus melakukan pemantauan stok dan harga komoditas secara ketat di lapangan. Selain Gerakan Pangan Murah di berbagai kecamatan, kami juga mengoptimalkan program inovatif Baruga Pasar sebagai jangkar untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasar-pasar tradisional,” ungkap Rusli secara mendalam.
Rusli juga menambahkan, sejauh ini kondisi inflasi di Kota Makassar masih relatif terkendali bila disandingkan dengan capaian inflasi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya sinergi antardaerah kabupaten dan kota di Sulsel agar pemerataan kestabilan harga dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat luas.
Perketat Pengawasan Distribusi dan Aturan HET
Sebagai tindak lanjut konkret dari rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak yang terlibat menyepakati beberapa poin penting demi mengamankan pasar, antara lain:
- Pengawasan Ketat Komoditas Strategis: Memperketat jalur distribusi pangan utama, terutama untuk Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), gula pasir, dan minyak goreng.
- Kepatuhan HET: Memastikan seluruh pedagang dan distributor menjual komoditas strategis sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
- Pelaporan Berkala: Meningkatkan intensitas dan akurasi pelaporan stok serta volume penjualan dari pasar-pasar tradisional secara periodik.
Melalui penguatan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, Bulog, pelaku usaha, dan pengelola pasar, Perumda Pasar Makassar optimistis bahwa stabilitas pasokan pangan di wilayahnya akan tetap terjaga dengan aman.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan jaminan ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga wajar, tetapi juga berkontribusi langsung pada kesuksesan jangka panjang agenda pengendalian inflasi di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan secara menyeluruh. (*)






